Ketum Ormas FBB, H. Moch. Soleh MA. Turut Angkat Bicara Terkait Reshuffle Kabinet
Tangerang. Beranda Indonesia 7. Penggantian atau reshuffle kabinet yang dilanjutkan dengan pelantikan Menteri, Wakil Menteri dan Dewan Pertimbangan Presiden ( Wantimpres ) oleh Prabowo Subianto, di tanggapi oleh banyak pihak, termasuk Ketua Umum Ormas Frent Banten Bersatu (FBB) H. Moch. Soleh MA., ikut pula angkat bicara terkait pergantian para pembantu Presiden.
Saat di jumpai di kediamannya, pada Minggu (4/10/2026) Ketua Umum Ormas FBB, mengatakan, " koq orang-orang yang mencaci maki, menghujat dan selalu menghina semua keputusan dan kebijakan alias nyeleneh, malah di lantik. Sementara yang berdarah darah turut serta menjadikan, tidak di hiraukan. Keputusan macam apa ini ", tutur H. Moch. Soleh, MA. Beliau selain Ketua Umum Ormas FBB dan Ketua Koordinator Relawan Bolonemase Banten, juga Ketua DPW Pas - Gibran Provinsi Banten yang sah dan ada SK nya.
H. Moch. Soleh yang sempat berdarah darah di pilpres 2024 membela dan berjuang untuk kemenangan 02 Prabowo - Gibran dengan biaya sendiri alias mandiri. Tanpa ada sokongan biaya dari pihak manapun. Juga mengorbankan waktu, tenaga pikiran, keluarga dan harus berhadapan dengan keluarga yang beda pandangan (dukungan).
Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan politik yang mendalam yang sering terjadi dalam dinamika pasca-pemilu atau perombakan jabatan strategis (seperti reshuffle kabinet atau pelantikan struktural). Dalam landskap politik dan organisasi, situasi di mana tokoh oposisi atau pengkritik keras justru mendapatkan panggung jabatan, sementara para kader atau relawan yang berjuang "berdarah-darah" seolah diabaikan.
Biasanya di dorong oleh beberapa alasan taktis, Strategi Akomodasi Politik (Rangkul Lawan) : Pemimpin sering kali memilih untuk merangkul dan melantik pihak yang vokal atau "nyeleneh".
Dengan tujuan meredam kritik, menciptakan stabilitas, dan memperkuat posisi koalisi agar tidak diganggu dari luar. Namun tetap harus ingat dan bisa menanamkan balas budi kepada yang sudah ikut berjuang. Tidak mengabaikan nya, karena kami jalan bukan di politik praktis tapi bermodal sendiri alias mandiri, maka wajar kalau kami mengungkapkan rasa sakit hati dan kecewa ini ", pungkas H. Moch. Soleh MA dengan nada penuh kecewa.
Red


